 |
PENJELASAN MENGENAI MUSISI.COM: - Musisi.com merupakan sebuah komunitas musisi berbasis online.
- Didalamnya terdapat sejumlah fasilitas seperti News, Profil, Artikel, Yellow Pages, dan lain sebagainya.
- Komunitas Musisi.com bukanlah sebuah perusahaan (PT atau CV) yang bertujuan mencari keuntungan. Komunitas Musisi.com adalah sebuah perkumpulan musisi online yang dibangun untuk tujuan yang bersifat sosial.
- Seluruh jajaran staff Musisi.com bekerja secara sukarela tanpa digaji.
- Oleh karena bukan merupakan lembaga yang bertujuan profit, maka Musisi.com tidak menerima kiriman proposal yang bertujuan meminta dukungan yang bersifat pendanaan.
___________________________________________________________ MENGAPA MUSISI.COM MEMBLOKIR LINK/URL KE KOMUNITAS MUSIK/KOMERSIL LAINNYA? Ada sejumlah alasan mengenai hal ini. Antara lain : 1. Faktor Persatuan Musisi.com memiliki misi ingin mempersatukan seluruh musisi Indonesia ke dalam satu wadah agar tidak terkotak-kotak. Jika setiap musisi memiliki wadah yang berbeda-beda dikhawatirkan akan terjadi gap, sehingga kurang memiliki rasa persatuan dan kesatuan antar sesama musisi. Pemblokiran link ke komunitas musik lain berdasarkan alasan diataspun bukan hasil mengira-ngira, namun berdasarkan pengalaman kami selama 8 tahun mengelola Gitaris.com. Dari pengalaman yang telah kami lewati, maka kami memutuskan untuk memblokir link ke komunitas musik lain agar seluruh musisi Indonesia bisa ditempatkan dalam satu wadah. Dengan begitu diharapkan jalinan silaturahmi antar sesama musisi akan lebih intens. Misi diatas juga terinspirasi dari musisi senior Indonesia, Jopie Item. Dalam sebuah acara gathering akbar Gitaris.com tahun 2006, Jopie Item mengatakan bahwa ia menginginkan seluruh musisi Indonesia bisa dikumpulkan dalam satu wadah. "Saya itu inginnya semua gitaris/musisi ngumpul jadi satu di satu tempat. Jadi kalo udah ada Gitaris.com, ngapain bikin lagi .com ini lah, .com itu lah. Udah aja ngumpul semua di satu tempat biar jangan kepisah-pisah.", ujar Jopie Item. 2. Faktor Finansial Komunitas Gitaris.com atau selanjutnya akan saya sebut dengan nama Musisi.com sejak awal berdirinya hingga saat ini telah berhasil mencuri perhatian publik karena eksistensi, loyalitas, fitur, dan ekspos dari media. Namun sesungguhnya banyak sekali pihak yang salah kaprah mengenai komunitas ini. Bahkan salah kaprah ini dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk merusak image komunitas dan para pengelolanya.
Sebagian masyarakat masih memiliki anggapan seperti dibawah ini : - Musisi.com adalah komunitas yang meraup untung besar. - Musisi.com menggaji staff-staffnya. - Musisi.com mendapat untung besar dari iklan dan pedagang yang membayar. - Musisi.com sombong karena melarang pencantuman ke sejumlah portal / web lain. OK, mari kita luruskan semua kesalahpahaman ini.
Musisi.com telah berusia 8 tahun sejak pertama didirikan pada tahun 2001. Pada periode awal berdiri, komunitas ini begitu kesulitan mencari anggota. Di masa itu kondisi dunia internet sungguh berbeda dengan masa kini yang dengan mudahnya bisa mencari anggota baru lewat situs jejaring sosial seperti Friendster, MySpace, atau Facebook. Awal berdirinya Gitaris.com, situs seperti itu belum booming sehingga Gitaris.com tidak bisa memanfaatkan situs gratis lain sebagai media promosi. Selama beberapa bulan Gitaris.com hanya berhasil mengumpulkan puluhan anggota saja hingga akhirnya Mayzan sang pendiri komunitas ini memutuskan untuk memasang iklan di iklanbaris.co.id yang pada waktu itu merupakan salah satu situs yang paling ramai dikunjungi orang. Gitaris.com pun membayar sejumlah uang untuk memasang banner di portal tersebut.
Sejak saat itu Gitaris.com mulai kebanjiran pengunjung hingga pada tahun 2009 berhasil mencatat 48.000 pendaftar. Semakin banyak pengunjung membuat pengurus Gitaris.com berinisiatif meningkatkan kualitasnya. Setelah menambah domain Musisi.com, komunitas ini merombak total desain web dan fiturnya. Kini setiap member bisa membuat profilnya sendiri secara otomatis. Fasilitas tersebut ditambah lagi dalam hal sistem upload lagu yang bisa dilakukan sendiri oleh anggota. Musisi.com juga pernah mengalami serangan cyber hingga membuat portal ini harus off selama sekitar 3 minggu. Belajar dari pengalaman tersebut, maka Musisi.com kini merekrut programmer khusus untuk menangani masalah tersebut. Untuk masalah hosting, jika setiap anggota memperoleh jatah upload lagu, upload attachment, upload foto profil, dengan kapasitas total 10MB / user. Berapa hosting yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan upload 40.000 anggota? Ya, tentu Musisi.com harus menyediakan hosting sebesar 400.000MB atau 400GB. Itu pun jika belum ditambah dengan kebutuhan storage artikel, vbulletin, postingan anggota, dan lain sebagainya. Coba anda hitung berapa sewa hosting yang mempunyai kapasitas 400GB? Sebelumnya Musisi.com menempati salah satu server Techscape. Menurut pihak Techscape, tak ada satu webpun di seluruh server perusahaan mereka mampu menyaingi traffic pengunjung Musisi.com yang mencapai jutaan orang setiap bulannya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kini Musisi.com menempati server khusus dimana server tersebut hanya ditempati oleh Musisi.com. Ringkasnya, semua hal yang saya sebutkan diatas pasti membutuhkan biaya.
Lalu Dari Mana Biaya Operasional Musisi.com Selama Ini?? Sejak bulan Juli 2001 hingga Februari 2009, sebagian besar biaya operasional Musisi.com ditanggung oleh pendiri Gitaris.com / Musisi.com, Mayzan. Bahkan selama 90 bulan usianya belum pernah satu kali pun Musisi.com meraup keuntungan meski saat ini sudah ada beberapa banner iklan dan pedagang resmi yang membayar. Hal itu disebabkan beberapa hal : 1. Tarif banner yang murah, pada tahun 2008 harga bannernya hanya Rp. 399.000,- / bulan. 2. Tidak semua banner yang terpampang di Musisi.com menggunakan sistem bayar. 3. Masih minimnya distributor atau produsen yang mau beriklan.
Kondisi diatas masih diperparah dengan kurangnya kesadaran distributor dan produsen alat musik yang enggan mensupport komunitas ini dari segi pendanaan. Padahal kita bisa bilang bahwa Musisi.com adalah wadah yang paling potensial dalam menjaring konsumen mereka di dunia online. Walaupun konten dalam Musisi.com banyak yang menampilkan produk-produk alat musik yang dipegang oleh sejumlah distributor baik besar maupun kecil, namun sungguh sangat disayangkan bila melihat distributor-distributor yang produknya terbantu oleh keberadaan Musisi.com justru masih enggan untuk hanya sekedar beriklan lewat banner di komunitas ini. Bisa jadi karena terlalu pelit, perhitungan, atau hal lainnya. Sikap distributor yang seperti ini sesungguhnya yang menyulitkan Musisi.com. Padahal untung dalam pengertian distributor dengan untung dalam pengertian Musisi.com itu sungguh sangat bertolak belakang.
Jika sebuah distributor beriklan di Musisi.com, keuntungan yang didapat dalam pengertian mereka berarti produknya akan dilihat konsumen dan berimbas pada larisnya produk mereka di pasaran, itu sama artinya dengan UANG. Kondisi yang berbeda justru dialami Musisi.com. Kehadiran iklan di komunitas ini terkadang justru bisa merugikan. Salah satunya seperti yang terjadi saat ini, keberadaan sejumlah banner membuat banyak pihak mengira bahwa Musisi.com meraup untung besar, sehingga beberapa pihak berusaha 'ngeduitin' komunitas karena mengira Musisi.com kaya raya. Bahkan pada akhirnya dimanfaatkan beberapa pihak yang iri dan dengki untuk menghasut kontributor-kontributor Musisi.com. "Musisi.com itu kaya, lihat saja bannernya banyak, yang dagang juga banyak, itu bayar semua, makanya jangan mau jadi kontributor disana kalau tidak dibayar". Kata-kata seperti ini masih cukup sering saya dengar di luar sana. Padahal tidak semua banner di Musisi.com terpampang melalui sistem bayar. Dari hal tersebut dapat kita lihat, jangankan mau menggaji staf, untuk biaya hosting saja pasti harus dibackup oleh Mayzan seorang, bagaimana mau bayar biaya lain-lain??
Terlepas dari semua itu, pada kenyataannya masih ada beberapa pihak yang menyadari bahwa beriklan di Musisi.com berarti selain mendukung eksistensi komunitas, juga dapat mendata popularitas produk, serta sebagai lahan promosi produk yang mereka pegang. Sebut saja distributor-distributor seperti MG Music, Melodia Musik, Nuansa Musik, dan lain-lain (ada yang belum disebut? ayo buruan beriklan di Musisi.com). Ada juga distributor yang walaupun sekarang sudah tidak beriklan lagi, setidaknya lumayan pernah membantu memperpanjang umur komunitas ini seperti Batavia Musik. Di luar distributor, ada juga produsen-produsen alat musik potensial yang membantu komunitas dengan bentuk yang berbeda seperti Marlique gitar dan Cora amplifier. Simbiosis mutualisme seperti ini merupakan sebuah hubungan saling pengertian yang baik antara komunitas dengan distributor / produsen.
Kurangnya kesadaran pihak-pihak yang saya sebutkan diatas membuat Mayzan sebagai founder tetap menjadi penyandang dana mayoritas kebutuhan operasional Musisi.com. Oleh karena itu salah besar jika ada orang yang mengira bahwa Mayzan meraih untung besar dari iklan dan pedagang yang membayar. Justru sebaliknya, demi menjaga eksistensi komunitas ia dan juga teman-teman staff lainnya selalu menyisihkan tenaga, waktu, pikiran, dan keuangan pribadinya dengan jumlah yang tidak sedikit. Bukannya mau mengangung-agungkan sumbangsih seseorang, namun hal seperti ini sangat berbahaya jika tidak disadari oleh kita sebagai pihak yang terbantu dan sering mengakses Musisi.com. Jika ada pihak yang mengira bahwa koleksi gear yang dimiliki oleh pendiri maupun pengurus Musisi.com itu berasal dari keuntungan komunitas, itu jelas salah besar, alias NGAWUR !
Perlu diketahui bahwa seluruh pengelola Musisi.com memiliki pekerjaan di luar Musisi.com. Kegiatan di komunitas ini hanyalah kegiatan sampingan di luar rutinitas harian. Mayzan sebagai ketua, berprofesi sebagai salah satu pengusaha webhosting terbesar di Indonesia. Bahkan atas keberhasilan dalam pekerjaannya itu ia pernah diulas oleh majalah bisnis SWA sebagai pengusaha yang sukses di bisnis dan happy di hobi. Artinya, dengan penghasilan dan jenis pekerjaannya itu ia dapat menaungi hobi dan kegiatan sosialnya seperti membangun Musisi.com.
Staff lainnya seperti saya misalnya, selain masih aktif dalam kampus, juga bekerja freelance sebagai webmaster sejumlah web. Di luar kegiatan rutin tersebut saya coba sisihkan waktu, tenaga, pikiran, dan terkadang juga dana untuk memajukan komunitas ini. Instruktur Musisi.com, Ponco Satrio, merupakan musisi berbakat Indonesia yang tak henti-hentinya memberikan sumbangsih buat masyarakat. Ketika masih menjalani pendidikan S2 di Oklahoma hingga kembali lagi ke Indonesia, ia selalu menyisihkan waktu dan ilmunya untuk memberikan lesson-lesson gitar secara sukarela untuk Musisi.com. Tentu bukan hanya nama-nama diatas yang pernah memberikan kontribusinya, masih ada Andy Owen, Balawan, Endah Widiastuti, dan banyak sekali teman-teman moderator yang bisa anda temui di forum. Bahkan musisi muda seperti Prisa seringkali memperkenalkan nama Gitaris.com ke masyarakat hampir di setiap wawancara atau artikel yang mengulas dirinya. Namun sungguh sangat disayangkan karena setelah bertahun-tahun komunitas ini berdiri masih banyak sekali pihak yang hanya ingin selalu disupport, namun enggan memberikan hal sebaliknya. Dengan kondisi Musisi.com yang seperti itu, sungguh sangat tidak mungkin jika kami para staff menuntut gaji / honor dari Musisi.com. Bagi kami, mengelola Musisi.com adalah sebuah kebanggaan dan kesenangan diluar rutinitas harian. Membantu memfasilitasi musisi-musisi Indonesia baik amatir dan profesional merupakan sebuah kegiatan bermanfaat yang kami lakukan dengan penuh kecintaan dan suka rela. Bila kemudian sebagian dari kami mendapat rezeki sampingan seperti endorsement produk, tawaran manggung, dan lain sebagainya, itu kami anggap sebagai balasan atas proses jerih payah kami dalam membesarkan komunitas ini selama bertahun-tahun. Bahkan tanpa ada 'durian runtuh' seperti itu pun kami akan tetap mengelola komunitas ini secara sukarela demi teman-teman musisi semua.
Lalu mengapa Musisi.com melarang pencantuman link ke portal musik lain?
Musisi.com merupakan sebuah Komunitas Musisi Online. Dalam hal ini ada 2 hal yang harus anda garisbawahi. Pertama adalah kata-kata 'Komunitas Musisi' dan kata 'Online'. Komunitas Musisi sejatinya merupakan sebuah perkumpulan musisi yang semestinya saling berjejaring dengan komunitas lainnya. Memang, siapapun tahu bahwa idealnya memang seperti itu dan kami sangat menyadarinya. Namun tentu anda perlu mencermati juga arti dari kata 'Online'. Online disini berarti bahwa komunitas musisi ini hanya bisa diakses melalui media internet. Sebuah web komunitas yang beraktivitas di internet pasti membutuhkan desain web, hosting, dan domain agar bisa diakses oleh orang lain. Tentunya semua itu membutuhkan biaya operasional bulanan. Dari mana komunitas online harus menutupi biaya operasionalnya? Hal yang terbesit pertama kali pastilah fasilitas pemasangan iklan oleh produk-produk dari sponsor. Itu sangat benar, karena kami pun melakukan hal serupa. Jika bicara masalah biaya dan sponsor berarti kita bicara masalah bisnis.
Bagaimana agar sponsor tertarik tanpa pikir panjang untuk beriklan di komunitas ini? Tentu web ini harus dibuat se-istimewa mungkin. Mulai dari desain, model, konsep, fasilitas, kecepatan akses, perawatan, pengelolaan, konten, dan lain sebagainya. Jika ada komunitas yang baru didirikan dibiarkan (kita sebut saja dengan Komunitas B) dengan mudahnya memposting link mereka di komunitas sejenis yang telah beroperasi cukup lama (kita sebut saja dengan Komunitas A) maka hal itu akan mengancam eksistensi Komunitas A. Karena Komunitas A memiliki beban hosting yang jauh lebih besar tentu beban biaya hostingnya akan jauh lebih besar dari komunitas B. Oleh karena itu sangat wajar bila Komunitas A memasang tarif sewa banner dengan harga yang cukup tinggi. Jika jumlah pengunjung Komunitas A menjadi berkurang karena keberadaan Komunitas B yang terus menerus memasang link mereka di komunitas A tanpa membayar uang sepeserpun, maka yang terjadi selanjutnya adalah terbelahnya jumlah pengakses Komunitas A yang terbebani hosting besar dengan Komunitas B yang terbebani hosting sangat kecil.
Terbaginya jumlah pengakses membuat sponsor akan beralih ke Komunitas B karena dengan jumlah pengakses yang tak jauh berbeda, sponsor bisa mendapatkan harga sewa banner yang jauh lebih murah dari komunitas A. Tentu wajar karena beban hosting Komunitas B jauh lebih sedikit. Jika hal seperti ini terus terjadi, maka berikutnya saat Komunitas A terpaksa tutup karena tak mampu menanggung beban hosting akibat keberadaan Komunitas B yang secara perlahan kemudian menjadi besar, Komunitas B kemudian akan terpaksa tutup juga akibat keberadaan Komunitas C (dengan kejadian yang sama). Siklus akan berulang dimana Komunitas C akan tutup akibat Komunitas D. Maka jangan heran apabila komunitas-komunitas dengan beban hosting super besar seperti Kaskus sering memblokir link ke komunitas lain. Bahkan beberapa tahun lalu saat salah satu anggota kami mencantumkan link ke Gitaris.com, moderator setempat langsung menghapusnya dan kami sangat memahami hal tersebut.
Komunitas Musisi.com hingga saat ini tetap memproklamirkan diri sebagai komunitas / organisasi non-profit. Misi kami adalah ingin memajukan dan mencerdaskan musisi Indonesia baik amatir maupun profesional, dan semuanya kami lakukan dengan tulis ikhlas. Dengan memahami kondisi seperti ini maka bukankah sangat wajar jika kita semua membantu secara sukarela demi eksisnya komunitas ini. Bantuan yang diharapkan mungkin dengan tidak mempersulit kerja staf-staf Musisi.com, menyumbang tulisan, liputan, atau kemampuan lainnya yang dibutuhkan, mematuhi aturan-aturan yang diterapkan oleh komunitas, tidak berusaha untuk memecahbelah anggota-anggotanya, tidak menghasut kontributor-kontributor Musisi.com dengan alasan yang bertolakbelakang dengan fakta yang ada.
___________________________________________________________
Testimonial Mayzan (Founder Musisi.com) : Sebagai seseorang yang dibesarkan di Pematang Siantar (sebuah kota di Sumatera Utara), saya pernah merasakan betapa susahnya untuk memperoleh seorang teman musisi ataupun mencari informasi mengenai gitar. Bahkan untuk sebuah pedal Boss Overdrivepun tidak tersedia di kota saya. Setelah saya pindah ke Jakarta, pada tahun 2001 timbul niat saya untuk membangun Gitaris.com/Musisi.com dikarenakan saya sendiri memang cukup eksis di bisnis Web Hosting (TechScape, yang saya dirikan tahun 1999). Di mana profesi sehari-hari saya memang di bidang web dan saya ingin orang Indonesia memiliki situs yang fokus hanya di gitar dan dapat merangkul semua gitaris senior maupun gitaris muda. Selama bertahun-tahun waktu luang saya dan dana yang tersisa, saya sisihkan untuk membangun infrastruktur situs Gitaris.com secara bertahap. Semuanya saya kerjakan sendirian, mulai dari beberapa profil gitaris, beberapa member forum, beberapa lesson gitar dan fasilitas yang saya tambahkan dari tahun ke tahun. Saya sangat senang sejak tahun 2004 saya tidak perlu kerja sendiri lagi di Gitaris.com karena dibantu teman-teman forum sukarelawan seperti Diaz, Ponco, Gustaff, Insan, Yai, Daniel, Tatan, dan teman-teman lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Dengan banyaknya teman-teman yang berbakat seperti Irvan, Prisa, Ponco, Adien dan lain-lain.. misi Gitaris.com sampai sekarang tetap sama, yaitu mendukung gitaris-gitaris muda yang belum dikenal agar mereka tidak memiliki nasib yang sama seperti saya ketika masih tinggal di Pematang Siantar
Testimonial Diaz (Admin Musisi.com) : Pertama saya menemukan Gitaris.com pertama kali tahun 2001. Sejak saat itu saya hampir tidak pernah bolos hadir di portal ini hingga sekarang, tahun 2009. Buat saya, suatu kebanggaan dapat membangun 'rumah' buat keluarga musisi se-Indonesia. Motivasi saya dalam mengelola komunitas ini berawal dari latar belakang sebagai anak daerah yang tinggal di pedalaman propinsi Lampung. Di tempat tersebut sangat sulit sekali mendapat pergaulan, lingkungan, wawasan, dan informasi seputar dunia musik. Bahkan untuk mendapatkan majalah MBS (Music Book Selection) yang cukup populer pada saat itu pun saya masih harus pergi ke ibukota. Kondisi yang sangat jauh berbeda dengan yang saya temukan ketika pindah ke kota Yogyakarta. Maka saat diminta untuk membantu mengelola komunitas ini, saya sambut dengan antusias dengan harapan agar anak-anak dari daerah yang terpencil seperti saya tidak lagi terisolasi wawasan musiknya serta mempermudah mereka untuk mendapat wawasan seputar dunia musik baik nasional maupun internasional.
Tahun 2008 saya sempat menjual semua alat musik yang saya miliki untuk mendapatkan kamera karena pada saat itu Musisi.com kesulitan mencari fotografer sukarelawan. Alhamdulillah Yang Maha Kuasa akhirnya membayar semuanya, tak sampai setahun setelah memutuskan cuci gudang, datanglah tawaran endorsement dari pihak MG Music untuk produk gitar Cort. Sebuah kesempatan yang nyaris tak bisa dipercaya.
Melalui kegiatan di Musisi.com saya dapat kesempatan ngeceng di koran Kompas, nampang di salah satu acara televisi di O Channel, dikenal banyak sekali musisi baik profesional maupun amatir, mendapatkan ilmu yang tak ternilai, dan juga endorsement produk gitar Cort dari MG Music. Semua timbal balik seperti itu saya anggap sebagai anugerah dari Yang Maha Kuasa atas niat yang insyaallah tulus dan ikhlas yang saya abdikan di komunitas ini.
___________________________________________________________
Testimonial dari staf-staf lainnya akan menyusul kemudian.
(/diaz)
|